Ide Desain Rumah yang Adem dan Nyaman

secondary skin atau lapisan kedua dari rumah. ada yang bilang serupa dengan baju yang menempel di badan anda. Menjaga kulit dari sengatan matahari, melindungi badan dari kedinginan, hingga menjadi pembungkus tubuh yang menarik perhatian. lapisan dinding ganda pun seolah menjadi jawaban dari iklim tropis di Indonesia. sinar matahari langsung yang bisa memanaskan ruang rumah harus difilter. lapisan dinding kedua ini dibutuhkan untuk mereduksi sinar matahari yang masuk. “Biasanya, buat menghalau sinar matahari langsung. Jadi ditempatkan di sisi barat dan timur bangunan yang ada bukaannya. Jadi lapisannya kan dibuat semitransparan. Tidak full menutupi, masih ada celahnya” ujar Mouris limanto, arsitek. Mouris pun menjelaskan, sifat semitransparan ini yang juga dimanfaatkan untuk fungsi lain secondary skin. Dalam perkembangannya, fungsi secondary skin pun tak sekadar menghalau sinar matahari. Banyak fungsi yang ditambahkan dengan memasang lapisan dinding ganda di luar rumah. Menjaga privasi pemilik menjadi salah satu contohnya. “Jadi sifat semitransparan ini juga berguna sebagai penjaga privasi rumah. Pemilik tetap bisa melihat keluar, tapi pandangan dari luar ke dalam rumah tak bisa langsung,” imbuh arsitek dari aB architects ini. Pengolahan secondary skin, kini juga tak sekadar berbentuk jajaran batang kayu atau besi yang dipasang melintang. Perkembangan teknologi bahan dan pengolahannya membuat tampilan secondary skin membuat rumah kian cantik. “kalau soal tampilan double skin yang menarik sih lebih kayak bonus saja. olahan desainnya bisa bermacam-macam. Yang terpenting fungsi double skin tersebut harus terpenuhi dulu,” ujar Mouris. Jadi, apa saja fungsi secondary skin yang bisa berguna untuk kenyamanan rumah? Berikut 6 contohnya.

  • 1. Filter sinar Matahari Fungsi menyaring cahaya matahari serupa dengan mengunakan topi atau caping: menghalau sinar matahari yang berlebih. lapisan dinding baru ditambahkan untuk mengurang silau di dalam ruang dalam. agar lebih optimal, penempatan secondary skin sebaiknya di depan bukaan yang menghadap arah timur dan barat. Bentuk secondary skin bisa berupa sirip horizontal yang memanjang sepanjang bukan jedela dan pintu kaca. Dinding ganda berlubang ini juga bisa mereduksi panas yang terbawa sinar matahari masuk ke dalam ruang. Jadi, cahaya yang masuk merupakan cahaya pantulan, bukan cahaya matahari langsung.
  • 2. Mengurangi rambatan Panas Tak hanya bukaan pada rumah yang harus dilindungi,dinding rumah juga perlu. khususnya, bidang dinding yang menghadap barat dan berbatasan langsung dengan kamar tidur. Pernahkan anda merasakan dinding yang diterpa matahari sore terasa hangat? Hal ini disebabkan radiasi matahari yang menyentuh dinding, kemudian panas akan merambat melalui dinding dan menjadikan suhu ruang meningkat. untuk mengurangi rambatan tersebut, anda bisa menempatkan secondary skin yang sebagai pembayang. Jadi radiasi panas tidak langsung mengenai dinding, tapi tertahan pada lapisan ganda. Fungsi penahan panas lebih optimal jika terdapat jeda antara dinding rumah dengan secondary skin. Dengan adanya celah, rambatan rambatan panas dari secondary skin ke dinding utama bisa dikurangi.
  • 3. Menahan terpaan Hujan Balkon merupakan ruang luar yang menjadi area favorit untuk bersantai di lantai atas. Namun, ruang yang dirancang semi terbuka ini punya problem tersendiri. ketika hujan mengguyur, tampias bisa menggenangi lantai balkon. area dalam pun kadang ikut basah. untuk mengatasi problem tersebut, sebidang secondary skin bisa ditambahkan. Bidang baru yang dihadirkan mempunyai fungsi yang serupa dengan penggunaan kerai bambu di rumah tradisonal. sedangkan untuk penempatannya, lapisan ganda ini lebih fleksibel, menyesuaikan bentuk dan ukuran balkon. Hanya saja, lubang pada secondary skin jangan terlampau lebar. khususnya sisi atas bidang
  • 4. Menjaga Privasi Pemilik Dengan menempatkan lapisan dinding ganda pada rumah, anda bisa mendapatkan privasi yang lebih tinggi. khususnya bagi anda yang memiliki rumah dengan konsep terbuka. konsep penempatan secondary skin pun tak terikat pada arah matahari. sisi rumah yang dianggap terbuka ke lingkungan luar menjadi acuan. Tujuannya, pandangan dari luar ke dalam rumah bisa diminimalkan. Desain dinding pelapis ganda juga bisa diolah lebih menarik. Tujuannya, pandangan orang yang melihat teralihkan. Pandangan akan fokus pada olahan secondary skin, bukan isi dalam rumah
  • 5. Pengaman dan Pelindung rumah Secondary skin bisa digunakan untuk pelindung orang ketika berada di lantai atas rumah. lapisan ganda bisa difungsikan sebagai pengaman layaknya railing atau pagar pembatas. lapisan dinding ganda juga bisa menjadi teralis pengaman dari ancaman luar. Bedanya, secondary skin bisa diolah lebih menarik, jadi rumah tak terkesan seperti penjara. Pilihan material untuk teralis atau railing pun menjadi tak terbatas pada besi. anda bisa menggunakan kayu, bata ringan aerasi, panel komposit atau papan semen
  • 6. Menyembunyikan Jaringan Me Bagian rumah yang tak menarik juga bisa ditutupi dengan secondary skin. Jaringan listrik dan pipa air contohnya. Tampilan rumah yang sudah dirancang optimal seringkali terganggu dengan banyaknya kabel, pipa hingga dan outdoor aC yang menempel pada dinding. rumah pun jadi terkesan berantakan. Penggunaan lapisan ganda pun bisa menyembunyikan jaringan-jaringan tersebut. Secondary skin bisa diatur sesuai dengan bentuk desain rumah, sehingga tampilan tetap selaras. Tak ada lagi bagian yang tak sedap dipandang.

Terakhir pastikan juga rumah yang anda tinggali tersedia jaringan listrik yang memadai. oleh karenanya penting bagi anda menyediakan genset yang di supply dari supplier jual genset jakarta yang bergaransi resmi

Kemperin-Pelaku Industri Bersihkan Jakarta

Kementerian Perindustrian (Kemperin) bersama pelaku industri nasional berkolaborasi melakukan kegiatan bersih-bersih di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Upaya ini dalam rangka menyambut gelaran Asian Games 2018 sekaligus mengkampanyekan gerakan ekonomi berkelanjutan. “Asian Games menjadi momentum bagi Indonesia untuk menunjukkan prestasi dan potensi yang dimiliki baik dari sisi budaya, lingkungan maupun infrastruktur yang ada,” kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, pada acara Kolaborasi Industri untuk Indonesia Bersih di GBK Senayan, Jakarta, Minggu (5/8). Airlangga menyampaikan, kerja bakti yang diikuti 1.300 peserta yang terdiri dari masyarakat industri dari berbagai perusahaan serta karyawan Kementerian Perindustrian tersebut adalah untuk mengumpulkan sampah, terutama yang berbahan dasar plastik. Dari hasil sampah yang terkumpul, akan diserahkan kepada industri daur ulang agar kemudian dilakukan pengolahan sehingga menjadi bahan baku produk selanjutnya.

“Kami berharap, melalui kegiatan ini, seluruh lapisan masyarakat dapat mengubah paradigmanya agar memperlakukan sampah sebagai sumber daya alternatif dengan melakukan pemanfaatan kembali, proses daur ulang atau proses lainnya,” papar Airlangga. Pada 2017, jumlah sampah nasional sebesar 65,8 juta ton. Sementara, limbah plastik diperkirakan berkontribusi hingga 14%-16% dari keseluruhan sampah di Indonesia. Saat ini, di Tempat P e n g o l a h a n S a m p a h Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, setiap harinya menerima sebanyak 6.500 ton sampah dari seluruh wilayah Jakarta. Apabila sampah tersebut hanya ditumpuk saja dan tidak dilakukan pengelolaan, TPST Bantar Gebang cukup bertahan sekitar 10 tahun lagi. Ia menegaskan, pemerintah sedang gencar menggalakkan konsep circular economy di berbagai aspek kehidupan. Langkah ini guna mentransformasi dari konsep linear economy yang hanya menganut prinsip produksi, penggunaan, dan pembuangan untuk menggunakan potensi setiap material. “Sementara, konsep utama pada circular economy lebih dikenal melalui prinsip 5R,” jelasnya. Prinsip ini antara lain dilakukan melalui reduce atau pengurangan pemakaian material mentah dari alam. Selain itu, reuse atau optimasi penggunaan material yang dapat digunakan kembali, daur ulang (recycle), perolehan kembali (recovery), dan perbaikan (repair). Bersinergi Menurut Airlangga, industri manufaktur berperan penting dan memberikan dampak yang luas dalam mewujudkan circular economy di Indonesia. “Oleh karenanya, kami mengajak kepada pelaku industri nasional untuk bersinergi mengusung ekonomi berkelanjutan melalui berbagai kegiatan, di antaranya pelestarian lingkungan serta peggunaan teknologi bersih, biokimia, dan energi terbarukan,” tuturnya.

D i s a m p i n g i t u , Kemperin telah mengeluarkan kebijakan industri hijau sesuai amanat UndangUndang Nomor 3 tahun 2015 tentang Perindustrian. Dalam regulasi tersebut, industri hijau didefinisikan sebagai industri yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan Industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Acara kolaborasi industri untuk Indonesia Bersih ini terselenggara karena didukung oleh berbagai pihak, antara lain Ikatan Pemulung Indonesia, asosiasi industri dari sektor makanan dan minuman, kimia, plastik, daur ulang plastik, semen, serta perusahaan industri seperti Garuda Food, Niramas Utama, Mayora Indah, Unilever Indonesia, Nestle Indonesia, Coca Cola Amatil Indonesia, Amerta Indah Otsuka, SMART, RAPP, dan Tirta Investama.

“Kami berharap juga, agar kerja sama seluruh pemangku kepentingan ini tetap terus dijaga dan semakin erat agar mampu membebaskan Indonesia dari darurat sampah dan menjaga Jakarta tetap bersih. Jadi, kita mengawali kegiatan dengan bersih dan sesudahnya juga harus bersih,” pungkasnya.

Ekspor Minyak Sawit Diprediksi Terkoreksi 5%

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) memperkirakan ekspor minyak sawit nasional hingga akhir tahun ini hanya 30,57 juta ton atau turun 5% dari realisasi 2017 yang sebesar 32,18 juta ton. Penerapan hambatan perdagangan (trade barrier) oleh sejumlah negara tujuan ekspor dan terjadin y a p e r a n g d a g a n g Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok telah menurunkan permintaan komoditas perkebunan tersebut. Perkiraan tersebut sekaligus mengoreksi prediksi awal tahun Gapki yang optimistis ekspor minyak sawit nasional tahun ini bisa naik 10%. Tren penurunan ekspor sebenarnya telah terjadi sejak awal 2018. Sepanjang JanuariApril 2018 misalnya, ekspor minyak sawit (crude palm oil/CPO, lauric oil, oleokimia, dan biodiesel) terpangkas sekitar 4%, yakni dari 10,70 juta ton pada Januari-April 2017 menjadi 10,23 juta ton pada periode sama 2018. Lalu, pada semester I- 2018, ekspor minyak sawit Indonesia (CPO, palm kernel oil/PKO, dan turunannya termasuk oleokimia dan biodiesel) juga hanya mencapai 15,30 juta ton atau turun 2% dari periode sama 2017 yang mampu mencapai 15,62 juta ton.

Padahal, dalam data yang diolah Gapki, ekspor sepanjang 2017 naik cukup signifikan dibanding 2016, yakni dari 25,11 juta ton pada 2016 menjadi 32,18 juta pada 2017. Turun Direktur Eksekutif Gapki Mukti Sardjono menuturkan, ekspor minyak sawit ke Uni Eropa (UE) tahun ini akan turun 3% sebagai dampak kebijakan EU Directive II. Pun, ekspor ke India akan anjlok sekitar 30% dengan asumsi dikenakannya bea masuk tinggi ke negara itu. Ekspor ke AS juga akan terpangkas 4% sebagai akibat perang dagang dengan Tiongkok sehingga mereka memiliki banyak kedelai di dalam negeri. “Dengan kondisi sekarang ini, seperti perang dagang antara AS dengan Tiongkok, serta trade barrier di beberapa negara, diperkirakan total ekspor sawit turun 5% pada 2018 dari 2017,” kata dia