Lezatnya Nasi Liwet dan Diantar Sampai ke Tujuan dari Catering Sehat Jakarta

Stoica.id – Lezatnya Nasi Liwet dan Diantar Sampai ke Tujuan dari Catering Sehat Jakarta. Kehangatan saat bersama-sama menyantap nasi liwet inilah yang ingin disebarkan dan dihidupkan kembali di Bandung. Setelah berdiskusi dengan sang suami, Tuti pun mantap untuk memulai layanan antar nasi liwet di Bandung. “Jadi tujuannya mengantarkan nasi liwet hangat, lengkap dengan lauknya.

Jadi pemesan yang tinggal di Bandung maupun wisatawan bisa langsung menikmatinya beramai-ramai seperti ngabotram,” jelasnya. Media sosial seperti facebook dan twitter pun digunakan untuk berpromosi. Tak kurang pin BBM pun ikut disebar. Hasilnya, pesanan untuk menikmati nasi liboet pun mulai berdatangan. “Nama menu ini diambil dari nama saya sendiri, yaitu Nasi Liwet Bunda Tuti,” ujarnya sambil tertawa.

Biasanya, paket nasi liwet yang ditawarkan menggunakan panci kastrol (citel) tradisional yang memang kerap digunakan untuk membuat nasi liwet secara tradisional. Penutup berbahan kain batik yang didesain mengikuti bentuk panci kastrol mempercantik penampilannya. Kapasitasnya sendiri beragam, mulai dari 5, 10, 20, dan 30 porsi. Khusus nasi liwet saja, harganya dipatok Rp 15 ribu per orang. “Namun pada kenyataannya, jumlah porsinya melebihi dari paketnya.

Misalnya paket 10 porsi, bisa disantap lebih dari 10 orang,” jelasnya. Liwet yang disajikan bertabur ikan asin jambal roti, dan petai yang sudah dikukus. Namun jika tak doyan petai pun bisa dihilangkan. Teksturnya pulen dan lembut, khas nasi liwet Pasundan. Sementara lauk pendukungnya antara lain ayam bakar, serundeng ayam, gepuk, tulang jambal, pepes ikan mas, pepes tahu, seblak ceker, dan tentu saja sambal dan lalapan. Anda bisa memilih sendiri paket lauk yang diminati.

Semuanya diantarkan langsung ke tempat yang sudah Anda tentukan di Bandung. Nah, menyenangkan, bukan? Tuti juga membuat konsep zero waste, alias meminimalkan sampah. Caranya, ia menyertakan piring lidi yang dialasi daun pisang sebagai tempat bersantap. Semua peralatan makan pun ikut dipinjamkan selama acara makan berlangsung.

“Semua alat mulai dari panci, piring lidi, dan lainnya akan kami ambil keesokan harinya. Jadi kami tidak menggunakan kemasan yang menimbulkan sampah berlebihan,” jelas Tuti. Sejak dirintis 2 tahun lalu, awalnya pesanan nasi liboet hanya 2 kali per minggu. “Namun kini pesanan bisa mencapai 2 – 3 tempat setiap hari, khususnya di perkantoran di hari biasa, dan wisatawan di akhir pekan,” tuturnya senang.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *