Ini yang mengakibatkan gula darah bayi BLBR menurun cepat. Bayi BBLR yang termasuk rawan adalah bayi kecil menurut usia kehamilan, bayi kembar yang lebih kecil (berat badan berbeda 25% atau lebih), bayi dengan berat badan lahir kurang dari 2.000 g, bayi yang menderita polisitemia (sel darah merah dan volume totalnya di atas normal), bayi yang dilahirkan oleh ibu yang menderita toksemia (keracunan sewaktu hamil yang ditandai dengan tekanan darah tinggi), dan bayi dengan plasenta abnormal. c.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Bayi dengan ukuran tubuh kecil (immature), neonatus yang menderita sindrom gawat napas, hipotermia, polisitemia, infeksi sistemik, asfiksia perinatal, dan bayi yang mengalami kelainan jantung bisa menderita hipoglikemia sebab meningkatnya kebutuhan metabolisme yang melebihi daripada cadangan kalori. d. Bayi yang lahir lebih bulan.

Karena belum lahir juga, jalur plasenta ke bayi yang lebih bulan sudah berkurang fungsinya, asupan glukosa pun berkurang. Bayi pun memakai cadangan glikogennya, jadi setelah lahir glikogen yang hanya sedikit dan bayi akan terkena hipoglikemia. e. Ibu yang ketika hamil mengalami hipertensi bisa membuat bayi stres selama kehamilan atau persalinan. Akibatnya, pada waktu lahir, kecepatan metabolisme si bayi cukup tinggi, karena itulah membutuhkan energi yang lebih besar daripada bayi yang normal lainnya.

CEPAT DIBERI ASI Menurut laporan WHO, frekuensi keseluruhan hipoglikemia di negera-negara berkembang adalah 2—3/1.000 kelahiran hidup. Angka terbanyak ada di kalangan bayi dengan berat lahir rendah. Kasus bayi dengan BBLR ini dapat sebagai petunjuk kegagalan dalam memberikan nutrisi yang baik selama kehamilan. Urutan kedua ditempati oleh bayi neonatus dari ibu pengidap diabetes, ataupun ibu yang menderita diabetes selama kehamilan.

Kabar baiknya, hipoglikemia bisa ditangani asalkan dilakukan secara cepat. Itu sebab, tes gula darah saat bayi lahir dan pemantauan sesudahnya, merupakan cara terbaik untuk menghilangkan dampak yang tidak diinginkan. Perlu diketahui, tanpa pe nanganan segera, bayi yang mengalami hipoglikemia, bisa mengalami kerusak an sel otak permanen yang mengakibatkan kejang, meningkatkan risiko kecacatan sampai kematian.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *